Aset Penerbit

angle-left 10 Tips Untuk Renovasi Rumah Hemat Biaya

10 Tips Untuk Renovasi Rumah Hemat Biaya


Renovasi  |  20 Agustus 2020

Ada beberapa alasan orang melakukan perbaikan atau renovasi rumah. Pertama, karena usia bangunan. Biasanya kurun waktu 20 tahun adalah batas waktu melakukan renovasi. Karena fungsi bagian per bagian bangunan yang tak lagi sempurna. Kedua, karena bosan. Bagi pribadi-pribadi dinamis, klimis namun ekonomis, suasana yang selalu sama dalam kurun waktu tertentu terasa membosankan. Seperti kata Yayan “Mad Dog” Ruhian di The Raid, sudah “kurang greget”. Ketiga, karena alasan yang sangat personal misalnya menghindari kenangan bersama orang-orang yang sudah tak lagi bersama, entah karena peristiwa kematian atau perselingkuhan berbuah panjang. Sayangnya kebutuhan tersebut tak selalu berbarengan dengan ketersediaan dana yang tentu saja tak sedikit. Hati mau namun dompet tak mampu.

 

Tak perlu berkecil hati. Kerahkan kreativitas dan imajinasi, dengan biaya terbatas, renovasi masih bisa dilakukan dengan modifikasi dan penyesuaian. Berikut 10 alternatif yang dapat dijadikan pertimbangan:

 

1. Bermain dengan warna putih dan perabot minimalis

Di masa kini orang cenderung memilih gaya hidup minimalis. Warna putih dapat menjadi pilihan yang tepat. Kesederhanaan warna putih dipadukan dengan furnitur yang juga minimals sudah sanggup mengubah suasana secara signifikan tanpa perlu mengubah struktur bangunan.

 

2. Mengganti warna lama dengan yang baru

Kadang suasana rumah terasa tak nyaman karena warna yang terkesan usang. Mengganti warna lama dengan warna baru bisa jadi adalah jawabannya. Optimalkan penampilan warna baru dengan pencahayaan yang tepat. Suasana muram bukan semata cat yang sudah kusam, namun juga karena faktor cahaya yang tidak diperhitungkan.

 

3. Perbarui sumber pencahayaan

Jika masalah utamanya terletak pada pencahayaan, fokus renovasi dapat langsung tertuju pada sumber cahaya atau bagian bangunan yang berhubungan dengan cahaya. Kalau  sebelumnya keseluruhan ruangan tertutup atap pekat, berikutnya dapat disisakan ruang yang lebih ramah cahaya. Ukuran jendela juga dapat diperpanjang atau diperlebar. Selain mendapatkan sinar alami, kebutuhan akan listrik pun dapat dikurangi.

 

4. Perkaya dengan detail motif

Masih soal warna. Kali ini bukan warna block, tapi warna-warni dengan detail corak yang unik. Misalnya pemilihan corak-corak yang sedang menjadi tren. Corak-corak dapat diterapkan pada perabot rumah. Perabot tak perlu baru, cukup dengan mengganti kain pelapis atau penutupnya. Tanpa renovasi total, interior ruangan terasa lebih hidup hanya karena tambahan detail yang mengesankan.

 

5. Memanfaatkan material bekas layak pakai

Dalam hal ini dibutuhkan kejelian tersendiri. Banyak material bangunan dalam kondisi prima, dari sisi penampilan, fungsi, maupun kualitas yang sudah dieliminasi oleh pemiliknya. Sering-sering survei ke lapak penjualan material bangunan bekas. Lagipula upcycle sedang tren. Win-win!

 

6. Memanfaatkan materal sisa

Serupa dengan poin keempat, tapi kali ini bukan barang bekas pakai melainkan masih baru. Produk-produk tersebut dapat ditemukan di toko material atau depo bangunan dengan harga miring. Bukan produk cacat, tapi sudah tak dijadikan pilihan pembeli karena ukuran tidak sesuai kebutuhan. Nah, di sinilah kreativitas dibutuhkan. Bagaimana membuat desain mengikuti ketersediaan material. Helo Pinterest.

 

7. Menonjolkan material’mentah’

Membiarkan beberapa bagian bangunan terlihat mentah dapat menjadi solusi mengurangi biaya. Dinding cukup dengan plester kasar akan memunculkan kesan tersendiri. Demikian pula dengan bata merah yang dibiarkan terbuka tanpa semen sebagai pelapis. Sudah hemat, unik pula, kurang apalagi coba?

 

8. Bermain dengan kombinasi tekstur

Tak mau tampil biasa dan datar saja? Ya siapa yang mau sih. Cobalah kombinasikan beberapa material yang berbeda. Jika sebelumnya dinding terlihat polos, buat beberapa bagiannya dengan material bertekstur, misalnya dengan menempelkan batu alam. Lantai yang sebelumnya hanya keramik, tambahkan pada bagian lainnya dengan lantai kayu. Selain menjadi variasi yang unik, hanya mengganti sebagian material ini akan menghemat banyak biaya. Go nuts, be creative.

 

9. Libatkan tanaman

Bagi yang ingin renovasi rumah demi mendapatkan nuansa baru yang lebih  segar, jangan lupa libatkan tanaman. Tak perlu mengubah struktur bangunan, tapi melengkapi bangunan dengan desain  baru pada beberapa bagian bangunan. Titik-titik baru yang dijadikan habitat tanaman dalam rumah. Keberadaan tanaman dapat menjadi solusi prima mendapatkan suasana baru nan segar dalam rumah.

 

10. Siapkan furnitur yang sesuai

Furnitur memegang peranan penting dalam penampilan ruangan. Saat merencanakan renovasi, jangan lupa untuk mempertimbangkan furnitur yang sesuai. Kalau tidak, alih-alih mendapatkan suasana baru, yang diperoleh justru kombinasi yang tidak sepadan. Dan pada akhirnya bukan menghemat, malah terjadi pembengkakan biaya