Aset Penerbit

angle-left 15 Tekstur Tembok Untuk Menambah Karakter Rumahmu

15 Tekstur Tembok Untuk Menambah Karakter Rumahmu


Konstruksi  |  10 September 2020

Tekstur pada dinding memberikan nilai estetik lebih. Pola-pola tertentu yang diterapkan pada dinding menciptakan keunikan tersendiri. Tampak berbeda dibandingkan dengan dinding yang polos saja atau bertekstur halus. Kalau sebelumnya dinding bertekstur menjadi pilihan untuk bagian luar bangunan, kini banyak yang membawanya masuk ke area dalam rumah.

 

Tekstur pada dinding dapat berupa pemilihan material tertentu maupun penambahan bahan tertentu yang bisa memberikan efek tekstur, atau bermain dengan cat khusus. Berikut pilihan tekstur yang bisa dipilih jika ingin membangun atau merenovasi rumah dalam waktu dekat. Bisa juga membuat kreasi sendiri untuk memunculkan tekstur yang berbeda. Beragam perangkat yang sudah tersedia di rumah dapat dijadikan alat bantu. Percayalah, bisa terkejut melihat hasilnya nanti.

 

1. Batu bata

Dinding bertekstur dari batu bata. Caranya tak ubahnya membangun dinding menggunakan batu merah. Bedanya susunan batu bata dibuat tak simetris. Sebaliknya, atur bata merah secara selang-seling menjorok. Sehingga yang tampak adalah cekungan dan tonjolan. Untuk finishingnya barangkali yang membutuhkan kehati-hatian ekstra agar rapi hasilnya.

 

2. Batu alam

Jika tekstur batu bata merah disusun secara asimetris, pada batu alam sudah tersedia dalam bentuk potongan bertekstur. Sehingga kita cukup menempelkannya pada dinding yang sudah jadi. Dapat diterapkan saat kita melakukan renoivasi tanpa membongkar dinding yang sudah ada.

 

3. Tekstur Relief

Tekstur relief terinspirasi dari bangunan-bangunan masa lalu. Dinding tekstrur jenis ini dapat dibuat melalui dua metode. Pertama, membuat plesteran langsung ke dinding berupa relief tertentu. Kedua, membuat relief pada batu alam, baru kemudian menempelkannya pada permukaan dinding.

 

4. Stucco

Tekstur ini cocok untuk yang ingin memunculkan kesan rumah bergaya Southwestern. Bahannya terbuat dari campuran batu kapur, pasir, dan air. Keunggulan dari dinding stucco adalah dapat mengkamuflasi retak atau lubang, dan jenis cacat lainnya pada dinding. Untuk pengecatan, pilih cat yang memang diformulasikan untuk bahan stucco.

 

5.Tekstur pasir

Tekstur ini dapat dipilih jika ingin memunculkan nuansa dinding adobe (bukan perusahaan pemilik Photoshop ya). Tidak dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Yang dibutuhkan adalah sand paint yang bisa ditemukan di toko bangunan. Pengaplikasiannya bisa menggunakan kuas biasa. Tapi menggunakan roller bisa memberikan hasil yang lebih baik.

 

6. Tekstur orange peel

Sesuai dengan namanya, tekstur dinding jenis ini terlihat berlubang dan atau bergelombang. , teknik orange peel adalah cara yang bisa dipilih. Hasil yang tepat bisa didapatkan dengan pengecatan menggunakan sprayer. Jika membubuhkan hopper texture dan senyawa penipis cat dinding, hasilnya akan lebih sempurna.

 

7. Fake-texture

Faux-texture itu seperti bermain ilusi. Caranya dengan menempatkan warna-warna yang berbeda ke permukaan dinding. Perpaduannya adalah cat dengan warna muda atau light dengan cat berwarna lebih gelap. Dibuat sedemikian rupa sehingga dinding tampak bertekstur, padahal jika disentuh ya halus saja.

 

8. Venetian Plaster

Warna merupakan faktor utama pada Venetian Plaster. Dengan menggunakan gips dan bantuan sekop atau pisau drywall, dapatkan rumah dengan tampilan dramatis ala villa di Italia. Hasilnya adalah dinding dengan permukaan yang halus dan warna yang berani.

 

9. Tekstur sulur/tali air

Tampilan tekstur sulur/tali air bisa diperoleh dengan menggunakan garpu untuk membentuk tekstur. Untuk finishing, cukup dengan mencampurkan semen dan pasir dengan komposisi pasir lebih sedikit daripada semen.

 

10. Tekstur grass cloth

Grass cloth adalah kain berbahan serat tanaman dengan proses tenun. Tekstur ini bisa didapatkan dengan memanfaatkan sapu. Cukup dengan menggerakkan sapu lidi satu arah dari atas ke bawah.

 

11. Tekstur lengkung

Ingin mendapatkan tekstur lengkung? Cukup gunakan sekop. Caranya dengan menggerakkan sekop kecil perlahan pada kompon yang basah. Buat interval 8 hingga15 cm. Setelah kering, pakai amplas untuk menghaluskan bagian yang terlalu tajam.

 

12. Tekstur garis vertikal

Efek garis manik vertikal ini didapatkan dengan menggunakan pembersih jendela. Setelah dinding diplester dari, aplikasikan acian semen dengan menggunakan pembersih jendela. Pastikan gerakan tangan stabil ke kiri dan kanan, bisa satu arah atau maju mundur untuk memberikan efek yang berbeda.

 

13. Tekstur lingkaran

Sikat berbulu tebal dapat membantu membentuk tekstur lingkaran. Pada kompon yang masih basah, letakkan sikat pada satu titik lalu lakukan gerakkan memutar dalam satu gerakan tanpa putus.

 

14. Tekstur finishing acian

Teknik ini biasanya dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan kuas atau rol. Terlihat sederhana, padahal terhitung cukup rumit. Mensyaratkan pula plester dinding yang baik agar acian dinding tembok juga prima. Untuk penggunaan rol, adonan acian semen lebih encer dibandingkan saat menggunakan kuas, untuk lebih memudahkan pengaplikasian.

 

15. Tekstur pori

Penggunaan spon sudah lazim dilakukan dalam pembuatan prakarya. Termasuk untuk memberikan efek tertentu pada dinding. Caranya dengan menekan bagian berpori spons ke atas kompon yang masih basah. Diamkan beberapa saat untuk menciptakan tekstur berpori pada dinding.

 

Cukup banyak pilihan bukan? Tinggal  menambahkannya dengan karya cipta sendiri.