Aset Penerbit

angle-left Renovasi: Sendiri atau Pakai Kontraktor?

Renovasi: Sendiri atau Pakai Kontraktor?


Renovasi  |  27 Agustus 2020

Selamat datang di dilema pertama sebagai pemilik rumah! Kisah klasik yang selalu menjadi pertanyaan setiap pemilik rumah ketika ingin merenovasi rumah. Dilakukan sendiri atau oleh kontraktor? Yuk kita cari tahu jawaban dari pertanyaan yang terlalu sering didengar ini.

Sebelum memulai, sebaiknya diketahui bahwa perbedaan antara melakukan renovasi rumah sendiri atau oleh kontraktor adalah biaya jasa. Karena biaya material yang diperlukan untuk renovasi kurang lebih sama. Material bisa saja dibeli sendiri tapi pengerjaan atau pemasangan tetap oleh kontraktor.

Nah setelah mengetahui itu, mari kita mulai.

Beberapa hal yang harus diingat ketika memutuskan untuk mengerjakan renovasi sendiri atau oleh kontraktor.

  1. Berbahaya. Hal yang sangat penting, harap diingat, mengerjakan renovasi rumah adalah hal yang berbahaya, terutama ketika mengerjakan pekerjaan seperti renovasi atap atau kelistrikan.
  2. Bisa Merusak Rumah. Kesalahan yang dilakukan ketika merenovasi dapat merusak rumah. Contoh mudah adalah ketika merenovasi kamar mandi dan memindahkan lokasi wastafel. Pipa yang tidak terpasang dengan baik dan benar dapat menyebabkan kebocoran. Yang mungkin tidak langsung terlihat tapi menyebabkan tembok menjadi basah dan kehilangan struktur kekuatan. Selamat datang bencana.
  3. Membutuhkan Izin. Hal yang paling mudah dalam menentukan apakah dikerjakan sendiri atau memakai kontraktor adalah izin. Jika renovasi membutuhkan IMB baru, sebaiknya dilakukan oleh profesional.
  4. Waktu Adalah Uang. Kalkulasikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah oleh kontraktor dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan jika dikerjakan sendiri. Jika dikerjakan sendiri membutuhkan waktu dua kali lebih lama daripada oleh kontraktor, hargai waktu yang terpakai dengan berapa banyak uang yang bisa dihasilkan jika waktu itu dipakai bekerja.
  5. Biaya Alat. Renovasi rumah membutuhkan banyak alat yang mungkin tidak umum untuk dimiliki oleh pemilik rumah. Jika merenovasi rumah sendiri ternyata membutuhkan pembelian banyak alat baru, masukan biaya alat tersebut kedalam estimasi biaya. Kecuali kalau bisa meminjam alat-alat tersebut pada saudara atau tetangga.
  6. Pilihan Kontraktor. Putuskan untuk merenovasi rumah oleh kontraktor ketika sudah mendapatkan kontraktor yang profesional dan terpercaya. Tidak ada gunanya memberikan pekerjaan kepada kontraktor jika pilihan yang ada kurang terpercaya dan tidak memiliki komunikasi yang baik dengan pemilik rumah. Jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan serta meminta rekomendasi dari pekerjaan sebelumnya. Ingat, malu bertanya sesat di pembangunan.
  7. Jujur Pada Keterbatasan Diri. Seperti pada aspek kehidupan umumnya, kejujuran itu penting. Dalam hal ini, jujur pada diri sendiri. Jika dirimu memiliki pengalaman dan kemampuan dalam hal renovasi rumah sama dengan ketangkasan dan kecerdasan Nobita tanpa bantuan Doraemon. Atau kika pekerjaan fisik, menggunakan power tools, mengangkat-angkat barang, meneteskan keringat dan bergelut dengan debu adalah hal-hal yang sebisa mungkin ingin dihindari, ada baiknya renovasi rumah tidak dilakukan sendiri. Tidak ada salahnya jika ingin memilih duduk santai sambil minum kopi dan melihat orang lain bekerja. To each their own. Srrruuuppuuttt. 

Nah, semoga daftar diatas bisa membantu untuk mengambil keputusan apakah renovasi rumah dikerjakan sendiri atau sebaiknya menggunakan jasa kontraktor.

Tetap bersikukuh ingin mencoba menghemat dan mengerjakan renovasi sendiri? Ok, mungkin jalan tengah adalah yang terbaik. Kombinasi dari keduanya bisa jadi jalan keluar. Lakukan sendiri pekerjaan-pekerjaan kecil seperti pengecatan atau pekerjaan yang bersifat kosmetik lainnya, namun serahkan pekerjaan-pekerjaan besar seperti struktur, listrik dan ledeng kepada profesional. Ingin lebih menghemat lagi? Jika renovasi telah selesai namun pekerjaan bersih-bersih membutuhkan tambahan hari ekstra? Sudahi pekerjaan, pulangkan kontraktor dan lakukan bersih-bersih sendiri. Mungkin bisa meminta bantuan kepada saudara atau tetangga yang alat-alatnya sukses kamu pinjam.