Aset Penerbit

angle-left Semua Yang Harus Diketahui Sebelum Membangun Custom Home

Semua Yang Harus Diketahui Sebelum Membangun Custom Home


Konstruksi  |  27 Agustus 2020

Yes! Akhirnya memutuskan untuk membangun custom home. Setelah sekian bulan mencoba survei ke banyak lokasi perumahan, tanya-tanya pengalaman ke kenalan, konsultasi dengan ahli keuangan, akhirnya confirm bahwa dari sejumlah pertimbangan, membangun rumah sendiri adalah pilihan terbaik. Lalu apa berikutnya?

 

Buat perencanaan dan pencatatan secara mendetail rencana-rencana. Termasuk temuan-temuan baru saat melakukan survei, yang nantinya akan jadi bahan perbandingan. Faktor anggaran tentu saja penting, namun tak kalah penting juga penentuan pihak ketiga yang akan melakukan pengerjaan rumah idaman. Berikut beberapa hal sebagai pengingat:

 

Identifikasi lahan

Kalau sebelumnyanya telah melakukan survei rumah siap huni, kali ini saatnya untuk hunting tanah yang akan dijadikan kawasan tinggal. Ketahui dan catat kelebihan dan kekurangan lokasi yang disurvei. Dari segi fisik maupun lingkungan sosial. Segi fisik ini penting, misalnya terkait kontur, karena akan berkaitan dengan desain rumah. Jika diperlukan, konsultasikan dengan desainer atau arsitek.

 

Tentukan ukuran beserta fungsi dan keunikan rumah

Ukuran rumah akan berpengaruh terhadap anggaran. Namun hal yang khas dari custom home adalah fungsi dan keunikan rumah. Karena membangun custom home bukan semata bicara nilai uang melainkan fungsi rumah sesuai dengan yang diharapkan. Rumah juga memiliki keunikan tertentu yang sekaligus bisa menjadi daya tarik.

 

Siapkan anggaran

Orang bilang ‘ada uang ada barang’. Artinya dengan biaya besar bisa memperoleh hasil yang memadai. Hal tersebut tak selalu benar dalam kaitannya membangun custom home. Dengan perencanaan yang teliti namun realistis, custom home impian  dapat sukses terwujud. Mungkin bisa gunakan kalkulator estimasi biaya bangunan di Sobat Bangun sebagai acuan.

 

Pilih desainer dan arsitek yang tepat

Berikutnya tuangkan rencana dalam konsep yang terukur dengan bantuan pihak ketiga, dalam hal ini desainer dan atau arsitek. Pemilihan arsitek dan desainer ini bukan hal sepele. Mereka yang memberikan kontribusi besar terhadap rancangan bangunan yang sebelumnya hanyalah konsep di angan. Pilih arsitek dan desainer yang tepat dengan mencari tahu terlebih dahulu kemampuan mereka. Kenali keunikan dari desain-desain mereka sebelumnya dan apakah mereka sanggup menerjemahkan semua keinginan. Kalau perlu, lakukan riset kecil-kecilan terhadap karya-karya mereka. Semua bisa dilakukan dengan mudah di Sobat Bangun.

 

Memilih jasa kontraktor

Di sini dibutuhkan kejelian ekstra. Konon, menentukan kontraktor lebih tricky dibandingkan memilih desainer atau arsitek karena melibatkan uang. Seperti halnya memilih desainer atau arsitek, pelajari rekam jejak sang kontraktor. Termasuk kaitannya dengan persoalan hukum.

 

Buat kesepakatan yang jelas dan detail tentang hak dan kewajiban kontraktor, beserta pasal-pasal tambahan semisal ada perubahan desain atau tenggat waktu pengerjaan. Bahkan hal-hal harian seperti jadwal kerja dan model penyampaian laporan, perlu dibuat kesepakatan. Pilih kontraktor yang mendokumentasikan hasil kerja mereka. Dengan demikian ada catatan jika suatu kali diperlukan renovasi.

 

Satu hal penting lainnya adalah persoalan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Jangan gara-gara belum mengantongi IMB pembangunan batal dilaksanakan atau malah berhenti di tengah jalan. Jika memilih kontraktor yang sekaligus melakukan pengurusan IMB akan lebih menguntungkan.  Nah hal ini dapat dipersingkat dan dipermudah dengan memilih membangun rumah dan memilih kontraktor di Sobat Bangun. Karena setiap kontraktor yang disediakan sudah melalui tahap seleksi dan verifikasi.

 

Terlibat dalam setiap perkembangan

Meski telah menyerahkan pekerjaan kepada pihak ketiga, libatkan diri dalam setiap prosesnya. Arsitek dan desainer mungkin telah punya tim untuk merancang bangunanmu. Tapi tak ada salahnya untuk aktif terlibat. Bahkan dapat jadi hal positif untuk meminimalkan kemungkinan salah paham. Bersikap terbuka pula soal anggaran yang disiapkan, karena itu hal penting dalam detail pekerjaan arsitek.

 

Saat proses pembangunan berjalan pun, sebaiknya menjadwalkan waktu untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Melihat langsung kinerja tukang. Siapa tahu ada detail yang terlewat yang tentunya dapat langsung dikoreksi jika terlibat secara aktif.

 

Ya ya, membuat custom home memang lebih njlimet dibandingkan jika mengambil langsung rumah siap huni. Tapi ada kepuasan tersendiri yang bisa dinikmati sepanjang masa menghuni si rumah idaman.