Asset Publisher

angle-left 10 Alasan Membangun Custom Home

10 Alasan Membangun Custom Home


Konstruksi  |  10 September 2020

Tidak semua orang mau dibuat ribet dengan urusan membangun rumah sendiri. Sehingga pilihannya adalah membeli produk jadi. Dapat dibayangkan, membangun rumah custom bisa memerlukan waktu 7 hingga 8 bulan, sementara untuk beli paling tidak hanya satu hingga dua bulan saja. Hal lain yang membutuhkan kejelian adalah pemilihan tempat. Rumah jadi biasanya berlokasi di area yang sudah permanen sebagai kawasan mukim. Pembangunannya pun biasanya serentak, sehingga tak perlu kebagian bising mesin dan alat berat saat pembangunan berlangsung. Meski demikian, membangun rumah dengan desain sendiri, atau custom home, memberikan kepuasan tersendiri.

 

Konsep custom home dimulai dari urusan tanah yang akan dimanfaatkan dan desain yang akan diterapkan. Untuk desain biasanya diserahkan kepada arsitek atau biro jasa desain,dan berikutnya diserahkan kepada kontraktor untuk eksekusinya. Dalam hal ini pemilik rumah memegang kendali penuh atas semua proses pembangunan. dalam menentukan berbagai faktor untuk membangun hunian impiannya.

 

Dengan berkembangnya zaman dan pengetahuan akan desain rumah yang makin dikenal masyarakat umum, custom home mulai banyak dijadikan pilihan. Setidaknya ada 10 alasan mengapa kita memilih custom home:

1. Dapat memilih lokasi tinggal sesuai kebutuhan

Orang punya kecenderungan untuk memilih segala sesuatu yang memudahkan. Misalnya fasilitas publik. Sebisa mungkin rumah tinggal tak jauh dari sumber fasilitas. Misalnya yang sedang ramai dibicarakan yakni aturan tentang jarak rumah ke sekolah untuk dapat memasukkan anak ke sekolah tertentu.

 

2. Dapat memilih desain sesuai karakter

Dengan merancang sendiri sedari awal, kita dapat menentukan desain yang sesuai karakter masing-masing anggota keluarga. Bukan hanya bentuk bangunan, namun hingga pemilihan cat dan ornamen pun bisa menyesuaikan. Bahkan jenis handle pintu yang akan digunakan, bebas menentukan.

 

3. Memilih material sendiri

Membangun rumah tentu saja disertai dengan harapan bakal awet, tanpa perlu sering dilakukan perbaikan. Dengan membangun custom home maka material yang digunakan pun bisa ditentukan sendiri. Material yang berkualitas dapat bertahan lebih lama.

 

4. Tak terjebak pada kejutan

Beli rumah jadi harus siap dengan aneka kejutan. Masalahnya, kejutannya seringkali tak menyenangkan. Misalnya kusen yang tak rapi, kayu yang dihuni rayap, atau dinding yang sudah berjamur.  Kondisi tersebut tentu saja tak menyenangkan.

 

5. Tidak perlu menambah ruang

Pada rumah yang dipasarkan siap huni, biasanya tak betul-betul siap huni. Dalam arti masih dibutuhkan pembangunan untuk ruang tambahan, misalnya dapur atau garasi.

 

6. Tak perlu renovasi segera

Membeli rumah jadi, terlebih dengan harga yang relatif murah, akan dihadapkan pada kebutuhan untuk menambahi perangkat baru atau malah sudah harus melakukan renovasi. Jika yang perlu dilakukan perbaikan adalah sarana yang vital seperti jaringan listrik atau drainase, tentunya tak bisa ditunda. Alih-alih ingin hemat, yang terjadi malah boros.

 

7. Rumah lebih up to date

Rumah yang dipasarkan siap huni biasanya dengan fitur standar. Nyaris tak ada kebaruan, kecuali untuk perumahan mewah. Misalnya dengan dilibatkannya teknologi baru seperti panel surya yang akan banyak membantu mengurangi biaya listrik.

 

8. Jaminan

Saat membangun custom home, pelaksanaan diserahkan kepada kontraktor. Kontraktor yang baik biasanya memberikan jaminan renovasi untuk jenis kerusakan tertentu, pada kurun waktu tertentu. Berbeda halnya dengan rumah siap huni yang dibeli.

 

9. Konsep rumah tumbuh

Pada rumah siap huni, kita hanya mengikuti standar yang sudah ada. Tak memungkinkan perencanaan desain rumah tumbuh. Sehingga ketika ada kebutuhan baru, bisa jadi harus melakukan perombakan seluruh bagian rumah.

 

10. Nilai ekonomis

Pada akhirnya, custom home berpotensi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang dibeli siap huni.