Asset Publisher

angle-left 10 Kesalahan Umum Saat Renovasi Rumah

10 Kesalahan Umum Saat Renovasi Rumah


Renovasi  |  13 Agustus 2020

Rumah sudah bagus. Berada di lokasi strategis. Lingkungan asri. Dekat dengan tempat bekerja. Keluarga nyaman tinggal di rumah itu. Membetahkan. Tapi tiba-tiba terpikir untuk merombak rumah. Entah ada kebutuhan tambahan ruang karena anak-anak bertambah besar, hanya sekadar mengganti suasana, atau ingin menghabiskan dana tambahan daripada dipakai untuk membeli skin di game online. Intinya, ingin merenovasi tempat tinggal.

 

Tujuan merenovasi rumah sebaiknya diarahkan untuk mendapatkan hunian yang lebih baik lagi. Tapi tentu saja, bukan berarti bisa dilakukan setiap saat. Selain biaya yang dikeluarkan tak sedikit, waktu pengerjaan dan kenyamanan penghuni rumah juga harus menjadi pertimbangan awal. Sebelum menyesal di kemudian hari, berikut ini 10 kesalahan umum saat hendak merenovasi rumah:

 

1. Budget

Ini persoalan klasik. Kita tidak akan bisa memulai kegiatan renovasi sebelum ada perencanaan budget yang matang. Kesalahan utama sering terjadi saat kita menetapkan anggaran yang tidak realistis. Atau sering tergoda dengan biaya yang murah meriah, atau kebalikannya, terlalu jor-joran bergaya sultan padahal pendapatan karyawan.

 

2. Konsep

Bicara budget, tentu saja tak lepas dari konsep renovasi. Bagaimana kondisi rumah saat ini akan diperbagus dengan perbaikan di sana sini. Bisa juga dengan penambahan ruangan yang memang amat diperlukan. Kekeliruan sering terjadi jika sejak awal membangun rumah, tidak dipikirkan mengenai arah pengembangan di masa mendatang. Sering yang terjadi hanya tambal sulam karena malas mencari referensi, atau terlalu suka ikut-ikutan sehingga banyak mengorbankan fungsi untuk bentuk yang tidak tepat. Lukisan boleh abstrak, tapi rumah rumah jangan asal tabrak.

 

3. Waktu

Merencanakan renovasi rumah, harus juga menetapkan waktu yang tepat. Sebaiknya jangan melakukan merenovasi rumah saat anak masih kecil, karena kebutuhan pengembangannya akan ada lagi ketika mereka tumbuh besar.

 

4. Ruang

Perencanaan ruang amat penting disesuaikan dengan kebutuhan akan pemanfaatan dan peruntukannya. Banyak kesalahan terjadi karena pemilik melakukan overbuilding, membangun lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Kecuali berniat untuk membuka tempat kos.

 

5. Prioritas

Tentu saja, penetapan prioritas harus dilakukan. Tetapkan sejak awal. Jangan melenceng dari apa yang telah direncanakan. Karena kadang pemilik rumah gatal ingin merombak sana-sini ketika pekerjaan telah dimulai.

 

6. Jasa Profesional

Mencari kontraktor sendiri tanpa referensi, akan berpotensi menjadi masalah. Apa lagi jika kita tidak mengetahui latar belakang dan track record dari kontraktor yang kita pilih. Dalam hal ini Sobat Bangun dapat jadi pilihan. Tapi lain halnya jika memilih untuk merenovasi rumah sendiri tanpa bantuan jasa profesional. Mulai dengan pekerjaan renovasi yang tidak terlalu kompleks. Pengecatan mungkin?

 

7. Persiapan

Kesalahan utama dalam poin ini adalah tidak melakukan persiapan dengan matang. Membeli material bangunan yang murah tanpa peduli kualitas, memilih peralatan canggih tapi tak sesuai pengerjaan, salah dalam melakukan pengukuran, tentu akan berdampak kepada membengkaknya budget, atau turunnya kualitas bangunan saat jadi nanti.

 

8. Pengerjaan

Setelah persiapan, maka pengerjaan menjadi tahapan berikutnya yang harus dijaga agar kemungkinan masalah bisa dikurangi. Sebagai pedoman bagi semua orang, buatlah alur kerja sehingga semua unsur dapat ditempatkan pada porsinya. Potensi masalah terletak pada rencana yang tiba-tiba berubah bagai emak-emak naik motor skutik, dan lupa mengecek kesejahteraan pekerja. Hindari kemungkinan kesalahan sehingga waktu dan budget tidak membengkak.

 

9. Hambatan

Kesalahan terbesar dal renovasi rumah adalah menyepelekan masalah yang timbul saat pengerjaan. Baik pemilik maupun kontraktor mestinya sudah mempersiapkan dan mengatasi kemungkinan hambatan pada saat pembangunan. Cuaca yang tidak bersahabat, misalnya. Atau penundaan pengiriman bahan bangunan dan pekerja bangunan yang harus pulang kampung karena ada kawinan saudara, bisa jadi kendala yang menghambat pekerjaan.

 

10. Izin

Bisa jadi ini masalah yang acap dipandang sepele. Tetapi, jika pekerjaan tidak dilengkapi dengan izin dari instansi terkait, atau misalnya sekadar pemberitahuan kepada RT/RW setempat, atau tidak mengabari tetangga yang terkenal nyinyir lalu merasa terganggu dengan proses pengerjaan renovasi, mungkin saja ini akan menjadi masalah. Padahal, problem ini bisa diantisipasi sejak awal.

 

Tentunya, kita ingin semua pengerjaan renovasi kita berjalan lancar. Dengan persiapan yang matang, 10 kesalahan utama dalam merenovasi rumah ini bisa kita hindari. Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita mulai rencanakan dengan baik.