Asset Publisher

angle-left 6 Tipe Lampu untuk Rumahmu

6 Tipe Lampu untuk Rumahmu


Furnishing  |  03 September 2020

Acapkali lampu jadi bagian yang terabaikan saat mendesain pembangunan atau melakukan renovasi rumah. Detail lampu sebagai bagian dari interior ruangan, kalah dari aneka ornamen lain. masih banyak yang “asal terang ajadeh..” Padahal pemilihan lampu yang tepat akan membuat suasana ruangan jadi berbeda.

 

Yup, pemilihan yang tepat akan lampu dapat membuat dekorasi interior terlihat lebih jelas, baik dari sisi warna maupun detail tekstur. Keberadaan pendar cahaya yang tepat juga memberikan nuansa hangat dalam ruangan. Selain itu, pemilihan jenis lampu tertentu juga sebagai pembeda antara satu ruangan dengan ruangan yang lainnya.

 

Sebelum bicara tentang pemilihan lampu yang tepat, mari kenali dulu tipe pencahayaan dalam rumah. Setidaknya meliputi tiga hal,yakni pencahayaan umum, khusus, dan pencahayaan sebagai aksen.

 

Pencahayaan Umum. Yang dimaksudkan di sini adalah sumber penerangan utama dalam rumah. Karena menjadi sentral, lampu ini biasanya ada di posisi yang menjangkau area yang lebih luas. Letaknya juga di tempat yang simetris dan datar sehingga ruangan bisa terjangkau cahaya dengan merata.

 

Pencahayaan Khusus. Jenis lampu yang satu ini bertujuan memberikan penerangan untuk kepentingan tertentu, misalnya untuk memasak, menjahit, membaca, dan aneka kebutuhan spesifik lainnya. Pencahayaan khusus diperlukan agar penglihatan kita terpelihara dengan baik.

 

Pencahayaan sebagai Aksen. Accent lighting dipasang pada area khusus. Jika pencahayaan khusus lebih pada kebutuhan lebih jelasnya subyek yang tengah diamati demi alasan kejelasan dan kesehatan penglihatan, accent lighting lebih ditujukan untuk kepentingan estetika. Penyertaan lambu-lampu khusus pada karya-karya seni, baik lukisan maupun benda seni lainnya, akan menghasilkan visual akhir yang lebih menarik.

 

Nah, jenis lampu apa saja yang dapat digunakan untuk untukkebutuhan-kebutuhan di atas?

1. Bohlam atau Lampu Pijar. Lampu jenis ini dapat dikatakan sebagai jenis yang paling tua. Meski demikian pemanfaatannya masih berlangsung hingga kini. Warnanya yang kuning terang memberikan kesan hangat. Lampu jenis ini biasanya boros. Material pembentuknya di antaranya berupa kawat pijar, nitrogen, hydrogen, rentan dan berumur pendek.

 

2. Lampu Neon atau Tubular Lamp (TL). Cahaya dari lampu neon lebih terang dibandingkan bohlam. Lampu jenis ini selain lebih hemat energi juga tidak boros dalam penggunaannya, karena masa hidupnya yang lebih lama. Di pasaran, lampu jenis  fluorescent ini dijual dari yang mahal hingga yang murah. Bentuknya pun beragam. Ada yang lurus memanjang horisontal, berbentuk spiral atau memutar, atau memanjang vertikal disertai fitting serupa lampu pijar.

 

3. Lampu Neon Kompak. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Compact Fluorescent Ligths (CFL). Ciri lampu jenis ini menyerupai lampu pijar, baik dari segi bentuk, ukuran, dan pancaran cahaya. Berbeda dengan lampu pijar, CFL memerlukan tenaga elektrik untuk menyalakannya. CFL memiliki daya tahan lebih tinggi dibanding lampu pijar. Namun ada kandungan merkuri dalam CFL sehingga penggunaannya disarankan untuk dibatasi.

 

4. Lampu LED. Lampu jenis ini tidak memiliki pijaran. Material didalamnya berupa sirkuit semikonduktor yang langsung memancarkan cahaya saat dialiri listrik. Hal ini menjadikan lampu LED tidak melahirkan panas berlebih. Lampu LED ramah lingkungan dan ramah di kantong karena memakai daya terbatas serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. 

 

5. Lampu Halogen. Lampu jeni sini tak lazim digunakan sebagai bagian dari interior. Namun kebutuhan memberikan aksen pada benda seni, menjadikan lampu jenis ini sebagai spotlight. Lampu halogen lebih cocok berperan di luar ruangan. Fungsinya tetap sebagai spotlight, misalnya untuk pencahayaan patung, kolam ikan, tanaman jenis tertentu, relief di dinding, dan lain-lain. Selain terang yang benderang, taman pun jadi berkesan dramatis.

 

6. Hybrid Halogen CFL. Lampu terakhir ini merupakan kombinasi dari tiga lampu yakni CFL, halogen, dan lampu pijar. Mengambil ukuran yang mungil seperti lampu pijar, namun cahaya yang dihasilkan lebih terang dan tahan lama.

 

Pilah dan pilih lampu sesuai dengan kebutuhan ruangan. Jangan lupa untuk mengombinasikan beberapa jenis lampu sekaligus dalam satu ruang, sesuai fungsinya dan  untuk menambah estetika.