Asset Publisher

angle-left Panduan Pemula Untuk Izin Renovasi Rumah

Panduan Pemula Untuk Izin Renovasi Rumah


Renovasi  |  06 Agustus 2020

Semua pemilik rumah tentu ingin memiliki rumah yang nyaman, layak tinggal dan memiliki estetika yang sesuai dengan keinginan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa membangun rumah sendiri menjadi pilihan. Tapi tidak semua orang  memiliki kesempatan untuk membangun rumah sendiri, ada kalanya ketika rumah yang dimiliki adalah rumah lama yang membutuhkan peremajaan,  perubahan fungsi, atau penambahan ruangan. Dalam hal ini renovasi menjadi pilihan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Lalu bagaimana dengan Izin? Apakah renovasi rumah membutuhkan IMB? Jawabannya tergantung. Tergantung renovasi yang akan dilakukan. IMB wajib diperbaharui bila renovasi yang dikerjakan melibatkan perombakan denah rumah. Tujuan IMB adalah menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman, dan sesuai peruntukan tanah. Dengan memiliki IMB pada sebuah bangunan, diharapkan tercipta keserasian dan keseimbangan antara lingkungan dan bangunan. Seperti yang diatur pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010, mengurus IMB untuk renovasi rumah hanya meliputi proyek penambahan jumlah ruangan, pembongkaran dinding untuk memperluas ruangan, atau pembuatan bangunan baru di bagian atas maupun bagian samping bangunan rumah sebelumnya. Nah jika renovasi yang ingin dilakukan tidak mencakup hal-hal tersebut, seperti membuat saluran air, memperbaiki pagar, mengecat dinding, mengganti genteng, mengganti keramik kamar mandi, maka tidak perlu mengurus IMB untuk renovasi rumah.

Bagaimana jika renovasi yang ingin dilakukan mencakup pembangunan yang diwajibkan untuk memperbaharui IMB? Ya musti diurus tentunya. Karena kesesuaian bangunan dengan IMB sangatlah penting. Bangunan yang tidak sesuai dengan IMB memiliki resiko dibongkar oleh pemerintah setempat.  Lebih baik ribet diawal mengurus IMB daripada ribet bangunan dibongkar. Yuk mari kita kenali persyaratan dan tata cara mengurus IMB renovasi rumah.

Dokumen yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Surat kuasa apabila penandatangan bukan dilakukan oleh pemohon sendiri.
  • Fotokopi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir.
  • Fotokopi Bukti Kepemilikan Tanah yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
  • Fotokopi Gambar Rencana Bangunan berikut penjelasannya, dengan skala 1:100
  • Perhitungan Konstruksi bagi bangunan bertingkat.
  • Izin tetangga diketahui RT/RW (dengan materai sebesar 6000).
  • Denah bangunan dan foto tampak bangunan dalam ukuran Postcard (8,9 x 12,7 cm), khusus IMB pemutihan.
  • Pengantar/ Rekomendasi Lurah dan Camat tentang berdirinya bangunan.
  • Rekomendasi dinas/ instansi terkait.
  • Fotokopi Akte Jual Beli
  • Fotokopi IMB lama sebelum renovasi.Fotocopy izin pemanfaatan ruang.

Setelah semua dokumen yang diperlukan telah lengkap, bisa langsung mendatangi kantor Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BTSP) di masing-masing wilayah. Beberapa hari kemudian, petugas akan datang untuk memeriksa dan memastikan kesesuaian dokumen dengan fakta di lapangan. Setelah itu, bila dokumen dinyatakan tidak bermasalah, lakukan pembayaran ke loket dan ambil papan IMB untuk dipasang di depan rumah yang sedang direnovasi. Biasanya, IMB renovasi akan selesai dalam waktu kurang lebih 14 hari setelah melakukan pembayaran.

Bila ingin lebih nyaman merenovasi rumah, Sobat Bangun memberikan kemudahan untuk melakukan renovasi dengan kontraktor yang profesional dan terpercaya, yang juga dapat memberikan bantuan untuk mengurus proses pembaruan IMB.

Dapatkan keterangan lebih lanjut tentang renovasi rumah bersama Sobat Bangun disini.