Asset Publisher

angle-left Tips Menata Ulang Interior Rumah Minimalis

Tips Menata Ulang Interior Rumah Minimalis


Tips  |  10 Februari 2020

Rumah tinggal sejatinya adalah sebuah oase di mana Anda dan keluarga dapat bertumbuh dan berkembang selepas rutinitas dan kesibukan dunia kerja. Idealnya kita menginginkan hunian yang sesuai dengan gaya dan selera kita. Salah satu yang saat ini sedang diminati adalah gaya rumah minimalis. Akan tetapi seringkali hal tersebut belum dapat diwujudkan karena banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi, merancang, dan membangun rumah ideal minimalis seperti yang kita bayangkan. Bisa jadi saat ini Anda menempati rumah warisan orang tua Anda, atau memiliki rumah siap tinggal yang dibangun oleh pengembang perumahan yang mungkin belum tentu memenuhi bayangan rumah ideal Anda. Jangan khawatir, Anda tetap mampu memiliki suasana ideal dengan kondisi rumah Anda saat ini! Cara yang paling mudah dan ekonomis adalah menata ulang interior rumah Anda. Kita bahas satu persatu yuk!

 

  1. Pilih warna netral untuk dinding sebagai kanvas kosong

Minimalisme dalam desain interior dapat ditampilkan melalui penggunaan warna netral yang mendominasi ruang. Beberapa ciri khas dari gaya ini adalah penerapan warna putih krem atau dikombinasikan abu-abu pupus yang mendominasi ruang, dinding berpanel, atau langit-langit. Bayangkan ruang tersebut sebagai kanvas kosong yang siap Anda garap menjadi sebuah karya cantik melalui penataan perabot dan pernak-pernik esensial.

2. Manfaatkan built-in storage

Salah satu ciri khas rumah bergaya minimalisme adalah penataan ruang yang bersih dan tertata rapi. Hal tersebut dapat dicapai melalui pemanfaatan ruang-ruang ‘sisa’ menjadi ruang penyimpanan barang. Perhatikan ceruk dibalik pintu, ruang bawah tangga, atau kolong wastafel atau bahkan tempat tidur Anda, lalu rancang laci atau pintu sehingga ruang-ruang tersebut dapat dialih fungsikan menjadi lemari tertutup.

3. Tambahkan aksen corak atau warna

Rumah minimalis seringkali diterjemahkan secara harfiah, yaitu berupa ruangan berwarna putih dengan paduan metal atau kaca yang akhirnya terasa dingin dan klinis. Sebenarnya sebuah rumah minimalis dapat ‘dihidupkan’ dengan cara menambahkan aksen berupa warna atau corak pada pernak-pernik seperti bantal hias atau hiasan dinding. Padanan perabot kayu dengan pelapis bahan yang lembut juga dapat melunakkan kesan kaku dari interior rumah minimalis.

4. Pelihara tanaman dalam rumah

Hal yang sering dilupakan dalam penataan ulang interior rumah adalah elemen tanaman hidup. Letakkan pot-pot kecil berisi tanaman di sudut-sudut ruang dekat jendela, di area dapur, atau bahkan di kamar mandi. Tanaman dalam ruang juga berfungsi sebagai penyaring udara yang baik, terutama di ruangan yang kurang sirkulasi udara. Saat ini banyak sekali pilihan tanaman dalam ruang yang dapat kita simpan di dalam ruangan dengan pemeliharaan yang relatif mudah.

5. Keep Less to Live More

Kunci penataan ruang minimalis adalah keep less to live more, gaya hidup minimalis yang belakangan ini dipopulerkan oleh Marie Kondo, seorang konsultan penata dari Jepang. Marie Kondo menyarankan kita untuk memilah, memilih, dan menyimpan hanya barang-barang yang benar-benar membawa kebahagiaan. Ia percaya bahwa semakin sedikit keterikatan manusia secara psikologis terhadap suatu barang maka akan semakin ringan beban yang akan dibawa ke depannya, sehingga manusia dapat lebih menikmati momen-momen berharga dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya hal ini terdengar mudah untuk diucapkan daripada dilakukan, ya? Akan tetapi mungkin bisa kita mulai dari hal-hal kecil, seperti memilah sepatu yang sudah mulai usang tetapi masih laik pakai atau baju-baju yang sudah tidak cukup untuk kemudian kita donasikan kepada pihak yang lebih membutuhkannya. Ah senangnya, ternyata beres-beres rumah juga ada manfaatnya untuk orang lain, ya?

Itulah lima tips untuk menata ulang interior sesuai gaya rumah minimalis. Untuk dekorasi dan hasil yang maksimal, konsultasikan dengan desainer rumah Anda.